Thanks God, I Live in Indonesia

Pagi ini ada pengajian di kantorku dan membahas tentang keutamaan shalat dhuha. Waktu yang utama untuk shalat dhuha adalah waktu matahari sepenggalahan naik. Kira-kira setelah matahari muncul keseluruhan di horizon, sampai naik tepat di atas kepala. Sekitar pukul 07.00-11.30 kalau pasnya.

And it was popped out in my head, pertanyaan yang dibilang agak menghayal. Then I asked "Ustadzah, kalau MISAL nanti saya ke Finlandia (Aamiin..), yang katanya puasanya 22 jam, nanti shalat tahajud atau dhuhanya gimana ya?"

Ustadzah menjawab "Ya ikuti aja waktu di sana, jangan disamakan dengan alam Indonesia, di Finlandia mungkin mataharinya mulai naik jam 05.00-13.00, ya shalat dhuha lah pada jam segitu."

Dan pertanyaanku ini terdengar aneh buat teman-temanku. Diketawain deh. But, who knows maybe someday I can go to Finland, yang katanya negara dengan tingkat pendidikan nomor 1. Untuk meyakinkan penasaranku, aku cari tahu jadwal imsyakiyah Finlandia, di ibukotanya, Helsinki.

Jadwal Waktu Shalat Helsinki, Finlandia
Jadwal Waktu Shalat Helsinki, Finlandia
Seeing this, I was like "OMG, thanks Ya Allah, I live in Indonesia". Memang benar kata orang yang mengalami Ramadhan di luar negeri, mereka bisa puasa sampai 22 jam!! Baru selesai tarawih udah harus sahur lagi. Mereka punya siang yang panjang, puasa yang lebih lama, dan malam yang lebih cepat. Dan aku bersyukur tinggal di Indonesia dengan waktu tidur malam yang cukup, dan panas siang hari yang tidak terlalu lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Sudah Berkunjung. Silakan Tinggalkan Jejak, dan Beri Masukan Untuk Kemajuan :)

Google+ Followers