Ketika Pulsa Menjadi Sumber Kehidupan


Ketika Pulsa Sudah Menjadi Sumber Kehidupan, banyak orang yang lebih mengutamakan beli pulsa daripada makan tiga kali sehari. Ternyata komunikasi dan informasi jaman sekarang sudah jadi kebutuhan primer, menyamai kedudukan sandang, pangan, dan papan. Bahkan lebih urgent daripada papan. Banyak koq yang nggak punya rumah tapi tetap harus beli pulsa. Sudah banyak contohnya betapa pulsa begitu penting dan keberadaannya menentukan masa depan seseorang.
  • Keputusan operasi atau tidak yang dilakukan via telepon sangat ditentukan oleh keberadaan pulsa. Jika saja pulsa tiba-tiba habis, nyawa orang jadi taruhannya.
  • Keberadaan pulsa listrik prabayar juga menentukan apakah malam ini akan tidur nyenyak atau harus kepanasan karena listrik mati dan AC mati. Nasib hidup di Jakarta, selain kepanasan juga nyamuk berdatangan.
  • Ketika pulsa internet habis saat ujian online, kita kalap, bingung, dan akhirnya pekerjaan di depan mata lewat begitu saja.
  • Mungkin ada juga orang yang berniat ikut lomba online, lantas kuota habis di ambang deadline. Makanya aku posting jauh hari sebelum deadline.
Pojok Pulsa
Lomba di Ambang Deadline
Sebegitu pentingnya si pulsa ini mengingatkanku tentang materi Gelombang saat kelas XI. Guruku menjelaskan "Jadi gelombang ini merambat membawa energi, ketika kita menggerakan talinya ke atas lalu kebawah satu kali, berarti kita sudah membuat satu pulsa."
"Hah, Pulsa?" sekelas keheranan.
"Iya, seperti pulsa telepon yang selama ini kalian pakai, itu merupakan gelombang, bentuk gelombang itu seperti gunung dan lembah, kalian bisa melihatnya di film-film di layar monitor detak jantung (elektrokardiogram), satu detak jantung dapat dikatakan satu pulsa."

Ooooh, jadi pulsa tidak hanya terbatas pada biaya telepon yang selama ini kita kenal ya. Pulsa juga berarti detak jantung yang kita miliki, sumber kehidupan kita. Ketika pulsa jantung tidak terbentuk, disitulah kehidupan berakhir. Tuuuuuuuut..


Pulsa jantung pada monitor EKG
Nah, pulsa yang selama ini kita kenal bisa diukur dengan uang, yaitu pulsa telepon, pulsa listrik, atau pulsa internet. Tapi ternyata manfaatnya nggak bisa diukur dengan materi. Sama saja ternyata, pulsa yang selama ini kita gunakan juga merupakan tanda kehidupan. Kalau seminggu aja pulsa internet habis dan nggak bisa isi ulang, rasanya garing, kurang update, mati, MATI GAYA. Sama kayak EKG yang berhenti di garis lurus. Tuuuuuuut..

Ketika pulsa sudah jadi sumber kehidupan, banyak orang yang rela mengorbankan kejujurannya. Mengaku jadi mama orang lain, membuat undian tanpa hadiah, atau bahkan menyedot pulsa dengan SMS berlangganan.

Aku pernah ikut jualan pulsa di pertengahan tahun 2009 sambil menunggu pengumuman kuliah. Saat itu, penjual pulsa masih bisa mendapatkan keuntungan Rp. 1.000-5.000 per transaksi, sehari pun bisa dapat puluhan sampai seratus transaksi. Makanya saat itu pulsa menjadi sumber kehidupanku dan tanteku. Sedikit banyak, aku tahu yang dirasakan penjual pulsa.

Kita para penjual pulsa paling senang kalau ada orang yang mau ngisiin pulsa buat istrinya, anaknya, ibunya, bapaknya, dan semua sanak saudaranya. Alhamdulillah, panen seketika. Di sinilah pulsa memegang peranan penting dalam komunikasi. Menjadi sumber kebahagiaan ketika berbagi.

Kita para penjual pulsa paling sedih dan merasa bangkrut seketika saat salah kirim pulsa dan nggak dikembalikan. Pulsa kita habis untuk menghubungi orangnya, waktu terbuang sia-sia, ditegur sama pemilik pulsa yang asli karena masuknya lama, dan kerugian itu baru setimpal setelah ada puluhan transaksi lainnya. Ah, susah cari orang jujur jaman sekarang. Sama aja kayak mama yang minta pulsa di kantor polisi. Ketika pulsa jadi sumber kehidupan, kejujuran diabaikan, yang bukan haknya pun tidak dikembalikan.

Kita para penjual pulsa paling jengkel kalau ketemu orang yang lagi ditipu, disuruh kirim pulsa 100ribu mau aja. Udah kita kasih tahu kalau itu penipuan, malah bandel karena tergiur hadiah. Setelah tahu hadiahnya nggak datang, orangnya malah nyalahin kita. Duh, nggak tahu mau bilang apa. Ketika pulsa jadi sumber kehidupan, segala cara dihalalkan. Yang penting berhasil nipu orang, yang penting dapat pulsa dengan berbagai cara.

Kita para penjual pulsa merasa sangat dihargai saat ada konsumen yang ngeSMS kita bilang "Makasih ya pulsanya". Entahlah, tapi itu rasanya seperti pemain bola sehabis mencetak gol terus dikasih tepuk tangan meriah sama supporter. Nggak ada salahnya kan berkorban Rp. 15 untuk nge-SMS tukang pulsa karena sudah menyambung kehidupan komunikasi kita. Jika pulsa sama pentingnya dengan makan, nggak ada salahnya memperlakukan penjual pulsa seperti pelayan restoran.


Pojok Pulsa
SMS Penyejuk Hati Tukang Pulsa
Jangan lupa ucapkan terima kasih pada tukang pulsa, karena ia yang menyambungkanmu dengan ibu di kampung halaman. Karena ia yang membantumu mendapatkan wanitamu dengan telepon penuh gombalan. Ia yang membuat suasana bengongmu jadi nggak mati gaya. Ia juga membuat listrik di rumahmu tetap menyala. Ia juga orang yang ada di belakang kesuksesanmu di dunia maya. Orang yang sering aku lupa bahwa kalau ia tidak ada, ASI di kulkas entah bagaimana kabarnya. Terima kasih tukang pulsaaaaa...

Seandainya dulu internet sudah secanggih sekarang, jualan pulsa elektrik bisa via internet. Selain transaksi di toko, juga bisa transaksi online, dan nggak harus bolak-balik ke server dengan provider berbeda untuk top up dana. Kecanggihan server pulsa elektrik sekarang sudah bisa menangani transaksi semua operator walaupun kita hanya satu chip.

Seandainya saat itu sudah ada server pulsa murah, laba penjualan bisa lebih besar, bisa dapat bonus tanpa harus menunggu operator berulang tahun terlebih dahulu. Kita juga bisa menghemat biaya pendaftaran, apalagi dulu daftarnya ke semua operator.

Seandainya saat itu sudah kenal PojokPulsa, server Pulsa Murah Jakarta, dulu nggak harus punya banyak HP untuk meng-handle banyak operator yang berbeda, terus bingung HP yang mana yang bunyi. Nggak harus nunggu lama upline ngirim pulsa terus ditegur sama konsumen. Karena Pulsa Elektrik Jakarta ini menangani transaksi online 24 jam.

Begitulah suka duka menjadi penjual pulsa. Ketiadaan pulsa membuat kita mati gaya, ketiadaan orang yang beli pulsa membuat kita mati usaha. Memang pulsa menjadi sumber kehidupan para penjual pulsa. Dan bagaimanapun, penjual pulsa akan tetap dicari, karena ia memberi kehidupan bagi orang-orang jaman sekarang yang sangat mobile. Ingatlah, di balik kesuksesanmu mendapatkan pekerjaan dan kemenangan lomba online, ada jasa tukang pulsa disana. Jangan lupa berterima kasih pada PojokPulsa, membantu banyak orang mendapatkan mata air kehidupannya dengan mudah dan tanpa lelah harus keluar rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Sudah Berkunjung. Silakan Tinggalkan Jejak, dan Beri Masukan Untuk Kemajuan :)

Google+ Followers