Aku Ibu Bekerja dan Aku #BahagiadiRumah

Aku Ibu Bekerja dan Aku #BahagiadiRumah
Fokus ibu bekerja, antara Excel dan si buah hati
"Wanita itu bekerja karena apa sih? Uang tambahan? Gengsi pendidikan? Atau karena nggak betah di rumah? Koq rela menukar kebahagiaan anak hanya dengan gaji yang nggak seberapa."
Banyak sekali postingan viral yang selalu memojokkan ibu bekerja sepertiku. Ingin sekali ikut berkomentar. Tapi, sudah banyak ibu-ibu bekerja yang menyuarakan jeritan hatinya di kolom komentar. Saya? Hmm.. Sabar.. Mengelus dada.

Jikalau Working mom vs Stay at Home Mom adalah peperangan tiada akhir, aku juga ingin ikut angkat senjata dalam peperangan ini. Angkat senjata dengan keyboard dan meluapkannya di blog. Dasar cewek, paling gatal kalau nggak nimbrung hot thread tentang ibu-ibu.

Jika ditanya siapa yang lebih baik antara ibu bekerja atau ibu rumah tangga, aku sangat setuju sekali dan akan menjawab dengan kencang 'IBU RUMAH TANGGA LEBIH BAIK'. Tapi, tapi, dan tapi, (ini nih yang bikin perang tiada akhir). Tapi, aku memilih menjadi ibu bekerja. Apa alasannya? Ah sudahlah, apapun alasannya, akan selalu ada orang yang memberi judgement menyakitkan. Judgement yang mengatakan bahwa ibu bekerja itu ibu yang tega, ibu yang egois dengan karirnya, ibu yang nggak bahagia tinggal di rumah, ibu yang.... Aaaaargh.. Cukup! Bagaimanapun kalian meneror aku, aku tetap seorang ibu bekerja dan aku lebih bahagia di rumah.

Aku berusaha menutup telinga, tapi aku tetap membaca postingan nyinyir tentang betapa kasihannya anak-anak yang ibunya  bekerja. Tapi biarlah, toh mereka yang sering men-judge itu nggak tahu kalau yang terjadi sebenarnya adalah:

Kami ibu bekerja lebih cinta rumah daripada kantor

Senyaman apapun kantor, jam pulang kerja adalah waktu yang sangat dinantikan. Saat ketemu anak yang nunggu di halaman rumah itu adalah waktu yang aku kejar, walaupun harus tancap gas naik motor sampai 90km/jam. Senyaman apapun kantor dan seberantakan apapun rumah, aku selalu menumpuk pekerjaan kantorku yang tersisa untuk esok hari.

Kami ibu bekerja berada di kantor, tapi hati kami di rumah

"Eiffel udah makan siang, Bi? Udah habis berapa botol ASIP-nya? Jemuran diangkat aja, udah mendung soalnya. Deketin teleponnya ke Eiffel, Bi. Hallo Eiffel, ini mama.." Ya, cuma itu percakapanku dengan ART di rumah. Setiap hari tanpa bosan. Semoga si bibi juga nggak bosan. Mungkin seorang ibu bekerja berada di kantor selama 8 jam, tapi hatinya tetap di rumah 24 jam.

Kami ibu bekerja dan kebahagiaan kami berbeda

Seorang ibu harus tetap berbahagia. Kebahagiaan itu mungkin ada dalam resep muffin dari Tabloid Nova yang dicoba dan dilahap habis anak-anak walaupun agak gosong, mungkin ada pada teriakan anak-anak saat berebut "Aku duluan yang peluk mama!", mungkin juga pada saat mati lampu berkumpul di ruang keluarga. Tapi bagi sebagian ibu yang lain, bahagia itu adalah berhasil menolong satu nyawa baru lahir ke dunia, ada pada puluhan anak yang diajarinya, atau sepertiku, ada pada keberhasilan penggagalan penyelundupan narkoba (Jadi berasa keren, padahal aku cuma staf di belakang meja).

Nggak masalah walaupun berantakan

Kami ibu bekerja cinta di rumah walaupun berantakan

Menginjak lego yang berserakan, merapikan barang ke rak sampai 3 kali, atau menjemurkan handuk bekas suami, rasanya bukan masalah. Itu berarti rumahku hidup karena anak dan suamiku ada di dalamnya. Itu berarti ada tawa anak yang mengisi ruang tamu kami. Itu berarti ada bayi lincah dan aktif di rumah kami, bukan di rumah sakit atau di jalanan.

Ketika rumah begitu senyap dan rapi, mereka ada dimana?

Kami ibu bekerja dan sering telat ke kantor

Telat adalah salah satu sifat yang tidak profesional. Tapi tak bisa dipungkiri, mayoritas yang sering telat di kantor adalah ibu-ibu, aku salah satunya. Aku sering nggak tega meninggalkan anak yang merengek ingin ikut. Dan nggak mungkin juga aku meninggalkan selimut belum terlipat atau saklar masih menyala. Bahkan terkadang aku masih terlalu asyik bermain sampai lupa kalau sudah pukul 07.00!! Konsekuensi potong tunjangan rasanya sudah jadi agenda bulanan buatku.

Kami ibu bekerja dan kami bahagia di rumah

Walaupun hanya 15 jam sehari ditambah 2 hari libur. Rumah selalu berhasil menjadi pelepas penat, bagai perantau yang pulang kampung. Rumah selalu nyaman untuk tertawa selepas apapun, menangis selama apapun, seperti tawa dan tangis anak-anak kita. Rumah bagi ibu bekerja selalu seperti surga yang dirindukan anak Adam, seperti Bandung bagi Ridwan Kamil, dan seperti gadget bagi generasi Z. Sejauh-jauhnya ibu pergi ke kantor, ia pasti akan bertumbuh bersama keluarga dan rumahnya. Seperti Tabloid Nova yang sudah jarang didapati di kios-kios majalah, tapi tetap setia menemani selama 28 tahun. Walaupun sekarang sudah bertransformasi menjadi media online, tapi tetap hadir mengisi kehangatan dan kebersamaan keluarga di rumah. Happy NOVAVERSARY!! Semoga tetap menginspirasi dan menjadikan ibu manapun lebih bahagia di rumah.
"Family comes first" -Adam Sandler dalam film Click
Jangan pernah men-judge apapun seorang ibu, kalau kamu nggak mau dicokel pakai ulekan batu. Karena keluarga selalu menjadi prioritas utama dan kebahagiaan pertama seorang ibu. Sejauh-jauhnya ibu bekerja meninggalkan rumah, batinnya selalu menjerit ingin kembali ke tempat yang seharusnya, di rumah. Ibu bekerja ataupun ibu rumah tangga, surga tetap berada padanya. Tapi surga bagi semua ibu adalah rumahnya, bukan kantor tempatnya bekerja. Mari hentikan perang ini, tanpa tapi, tanpa saling mengunggulkan diri, tanpa mengungkit siapa yang sebenarnya lebih bahagia.

22 komentar:

  1. aku ibu bekerja juga dan gak suka macet2an di jalan... hehe
    aku pernah kerja jauh kantornya.. err dari mulai pasar minggu, pindah ke sudirman, pindah ke priok... rasanya ruarr biasaaa mbak hehe
    bisa 4 -5 jam cuma di jalanan :D


    akhirnya krn suatu kondisi, aku freelance kerja di rumah, ada sekitar 3 tahun.. itu juga gak bener2 nyaman kok mbak.. krn fokus kepecah
    akhirnya yang harus dikorbanin ya jam tidur kaan

    dan Alhamdulillah sekarang dapet kerja deket rumah ... cuma 10 menit dari rumah..

    Semangatt terus maak
    salam kenal sesama ibu bekerja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, daerah macet semua itu, pasti ngalamin ngetem di tol dan macet parah karena banjir Jakarta. Aku juga pengen jadi IRT freelance sebenernya, tapi untuk 10 tahun ini aku harus kerja buat mimpi-mimpi keluarga yang begitu besar.
      Wah enak banget 10 menit ke kantor, bisa pulang tiap istirahat,,
      Salam kenal juga mak.. :-)

      Hapus
  2. saya salaut dengan ibu yang bekerja kok mbak, swear... pasti tidak mudah meninggalkan anak untuk bekerja seharian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada ketakutan tersendiri ketika menyerahkan tanggung jawab yang harusnya ada pada kita pada orang lain.. Ah, semua ibu melalui parenting ini dengan tidak mudah koq..

      Hapus
  3. btw masalah profesionalitas itu bener banget maak
    pas aku kerja di pasar minggu, krn aku perempuan dan ibu sendiri.. yang lain kaum adam... yg lain dateng jam 8 .. aku bisa sampe kantor jam 9 paling cepet .. jam 10 bahkan jam 11 baru sampe
    tapi pulangnya bareng stg 6 hehe

    alasannya ya repot pagi2 urus anak dulu, hehe #tidakpatutdicontoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, sama banget.. Aku sering banget telat dan dipotong tunjangan, dan seringnya telat bareng sama ibu-ibu yang lain. Datang paling telat, pulang paling cepet,,tapi atasan juga maklum koq, dia juga punya istri dan anak..

      Hapus
  4. Setuju banget sm tulisannya mba. Akupun seorang working mom yg sering telat ngantor krn urusan anak. Hehehehe...

    Mjd ibu rumah tangga ataupun ibu pekerja adl suatu pilihan hidup. Dan setiap wanita yang sdh menetapkan pilihannya, pasti sdh paham betul konsekuensinya. Dan pasti ada layar belakang dr pilihan iti. Gak seharusnya orang lain menghujat sesuatu yang mereka sendiri gak tau apa yg melatrbelakangi pilihan tsb. Toh mereka sama2 ibu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, biarin aja lah yang nyinyir mah.. Mereka kan nggak tau apa yang jadi latar belakang kita melakukan sesuatu..

      Hapus
  5. Halo Mba salam kenal, saya juga working mom. Telat uda jadi habit padahal uda diwarning pak bos apadaya kadang anakku suka nangis kalau pagi katanya minta di ais huhuhu drama telenovela selalu muncul padahal uda kesiangan yo mesti sbg ibu tenangin dulu. hahaha
    Sama banget suka neleponin si bibi, bi uda makan blm neng?bi uda tidur blm neng?lg apa sekarang?uda mandi blom?mpe pulsa jebol hahaha...
    Tetap semangat jd working mom dan tetap bahagia jika dirumah ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, just like me dan ibu-ibu bekerja lainnya ya.. Apalagi kalau anak sakit dramanya dobel dobel.. Kadang suka awkward juga sama ART neleponnya itu lagi-itu lagi sampe ART langsung bilang "Udah makan, udah 2 botol ASInya, ini lagi tidur" padahal kita belum nanya,,
      Bahagia banget deh emang, weekends is the best day of the week..

      Hapus
  6. neverending ini mah yak..
    suka sedih kalo ada SAHM yg nyinyirin WM, begitupun sebaliknya.

    Biarin atuh ya kan kita sama2 ibu, sama2 tau semuanya jg sayang sama anaknya
    *jadi tsurhat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Neverending battle, tapi tetep aja saya nambahin, haha.. sama aja..
      Emang jadi ibu harus kuat, harus anti baper, mental baja dan nggak banyak denger kata orang..

      Hapus
  7. toss mak... duh, aku kalo berangkat kerja Arsyad nangis nyampe kantor bawaanya melow

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah, kadang sedih juga di satu sisi bikin anak sedih,,makanya suka sebel kalau ada yang nyinyir "Ibu bekerja tuh kayaknya lebih bahagia di kantor.". Padahal untuk berangkat kerja aja rasanya kadang berat..

      Hapus
  8. Mbak.. saya gatel utk gak ngetik komen haha soalnya ini bener2 suara hati saya.. saya jg ibu bekerja, anak 1 umur 2.5 thn.. kerja bukan krn gengsi, sungguh.. malah 2 kali rencana resign.. yg pertama surat resign ditolak mentah2 atasan, dan akhirnya permintaan utk balik ke domisili dikabulkan biar gak resign.. yg kedua ditolak anak sblm sy ajukan ke kantor haha.. anak sy udh keasyikan main di sekolah sm temen2nya, malah nyuruh2 saya ngantor.. yah sementara alasan sy utk resign (anak) lg aman.. tp bgmn pun tetep aja cita2 terbesar sy adlh jd full time mother.. doakan semoga terlaksana dalam waktu dekat.. semangka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih Alhamdulillah bisa kerja di domisili, saya merantau dan jauh dari keluarga besar.. Sehebat-hebatnya wanita di kantor, sebetah-betahnya mereka, bahkan yang kantornya di Google sekalipun, pasti tetep hatinya pengen lebih lama di rumah, memang kodrat nggak bisa dilawan sih. Saya juga mbak punya keinginan yang sama, jadi full time mom yang tetep punya penghasilan, semoga dalam waktu dekat cita2 mbak terkabul.. Semangka!! Yang penting tetep harus bahagia di rumah maupun di kantor..

      Hapus
  9. Buat saya, Ibu Bekerja yang selalu tetap optimal mengurus keluarganya itu merupakan profesionalitas. Dan bahagia itu tidak kenal syarat ya Mbak, dimana pun asal dengan keluarga tetap bahagia :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama jobdesc terlaksana, it's oke tetap bekerja.. Kan di belakang ibu bahagia, ada keluarga yang bahagia juga.. seharusnya..

      Hapus
  10. Aku ibu bekerja di rumah, tapi enggak masalah kalau ibu lain memilih bekerja di luar rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga nggak masalah kalau ibu lain memilih untuk total sama keluarga, justru hati nurani terdalam juga pengen total ngurus keluarga..

      Hapus
  11. Aq seorang ibu bekerja..sedih sekali rasanya..menangis dalam batin saat melihat anak2ku terkadang mdpt ketidaknyamanan..rasanya ingin berhenti bekerja saja n mengurus mereka..tp hidup kadang tidak mudah memberi pilihan itu..aq harus ikut berjuang bersama untuk kebahagiaan keluarga kecil kami..jangan sedih anak2ku..ibu yakin Allah akan melindungi kalian saat ibu bekeeja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan ambil keputusan saat sedang nangis atau emosi. Memang nalurinya wanita itu di rumah, cuma ya meninggalkan pekerjaan soal kesiapan wanita itu sendiri. Be strong ya mbak Ika.. :)

      Hapus

Terima kasih Sudah Berkunjung. Silakan Tinggalkan Jejak, dan Beri Masukan Untuk Kemajuan :)

Google+ Followers