Sakiiiit....

Para filsuf bilang roda kehidupan itu berputar.
Jika jam 12 adalah bahagia, jam 6 adalah derita.

Di sinilah aku sekarang, jarum kehidupanku menunjuk angka 6, derita sedang memelukku sekarang.

Sakiiit, nggak ada yang ngerti gimana rasanya.
Nggak ada!
Bahkan suamiku sendiri, yang katanya bakal selalu mencoba memahami.

Yang tahu kalau di Tangerang aku nggak pernah masak tahu.
Yang ngerti setiap Senin pasti manasin motor istri.
No, diapun nggak ngerti gimana perihnya.
Dia nggak tau rasanya, dan membiarkanku berjuang sendiri.

I'm struggling not to shout loud.
Pengen banget teriak, tapi ini tengah malem.
Nanti disangka begadang nonton drama Korea.
No!!

Pengen nangis rasanya.
Padahal aku cewek kuat yang hanya nangis kalau dikecewakan pria, pas liat nenek-nenek jualan kerupuk siang bolong, pas ngiris bawang, menghadapi macet 2 jam, nonton pembantaian jalur Gaza, dan...
Ternyata aku sering nangis juga ya..

But, aku cewek kuat, aku harusnya melalui tantangan ini tanpa tangisan.
Tapi, rasanya nggak sanggup, dada sesak mendorong semua air mata.
Ingin rasanya balik ke rumah, ngadu sama mama.
Bilang "Aku nggak sanggup, Ma. Sakiiiiiiiit..."
Sakit banget rasanya..
Kamu juga nggak akan ngerti..

Gimana rasanya digigit saat menyusui.



Oke, ini kisah lebay dari ibu yang struggling banget sama anak yang giginya mulai banyak.
So sorry for those drama lines.

Tapi emang bener, digigit saat menyusui itu sakitnya ke ubun-ubun..
Nggak ada yang bisa mengerti gimana sakitnya, kecuali sesama ibu menyusui.
Mom, sorry for every bad thing I made that hurt you.
Semoga selalu dikuatkan, para ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Sudah Berkunjung. Silakan Tinggalkan Jejak, dan Beri Masukan Untuk Kemajuan :)

Google+ Followers