Syukuri Jantung Sehatmu, Investasi Masa Depanmu


"Lubangnya 3.5 milimeter".
Kalimat itu tidak masalah jika tukang tambal ban yang mengatakannya. Tapi, kalimat itu dikatakan oleh dokter jantung anak saat memeriksa anakku. Bayiku, yang saat itu berusia 11 bulan divonis bocor jantung 3.5 mm karena sekat jantungnya tidak menutup setelah lahir.

Tetralogy of fallot. Itulah yang dokter katakan tentang penyakit yang diderita anakku. 4 kelainan jantung.
  1. Sekat jantung bocor. Seharusnya bisa menutup saat awal-awal ia lahir ke dunia.
  2. Penyempitan pada pangkal arteri ke paru-paru. Ini yang kemudian menyebabkan biliknya bekerja lebih kuat.
  3. Penebalan dinding bilik. Karena biliknya bekerja lebih kuat, efeknya dinding bilik menebal.
  4. Posisi aorta yang melenceng beberapa derajat. Ini yang menyebabkan darah bersih dan darah kotor menyatu untuk beberapa detik.
Efek yang terlihat adalah kalau kecapekan, ia akan sesak, bibir dan ujung jarinya membiru. Ia sering menyamankan dirinya setelah kecapekan dengan sujud atau jongkok. Apa aku bisa menolaknya? Tidak. ToF ini adalah penyakit jantung bawaan yang dokter pun tidak tahu apa alasannya. Takdir dan kehendak Yang Maha Pencipta.

Anakku sudah berada dalam penanganan dokter jantung anak di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Anakku diusulkan menjalani operasi jantung Maret tahun depan. Operasi yang dijalaninya adalah pembuatan sekat, pelebaran pangkal arteri dan pembetulan posisi aorta. Semoga operasinya nanti berjalan lancar dan anakku bisa sehat dan lincah tanpa membiru.

Setiap check-up ke PJN Harapan Kita, aku bertemu dengan banyak anak yang juga ditakdirkan memiliki penyakit jantung bawaan. Mereka bertubuh kecil tapi lincah, namun sayang mereka dilarang capek, dilarang demam terlalu tinggi, dilarang makan makanan yang memicu kerja jantung, dan sederet pantangan lainnya. Sebenarnya kasus penyakit jantung bawaan ini hanya 7 dari tiap 1000 kelahiran. Ada lebih banyak orang yang mampu berlari sekencang mungkin sampai merasa tak sanggup, bisa ikut ekstrakulikuler apapun, dan masih bisa naik wahana se-ekstrem di Dufan. Tapi, mereka yang terlahir dengan penyakit jantung bawaan belum tentu bisa. Ironisnya, banyak jantung normal yang akhirnya masuk Rumah Sakit karena kebiasaan dan gaya hidup yang buruk. Jadi, ayo bersyukur dan menjaga jantung kita mulai sekarang.

Yuk Makan Enak, Tapi Sehat

Makan gorengan itu enak, merokok itu nikmat, minuman bersoda itu menyegarkan. Tapi ada zat sampah yang ikut mengalir bersama darah dan menumpuk pada pembuluh darah. Hanya dari pola makan yang tidak sehat bisa berujung pada penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit jantung rematik, dan kelainan jantung lainnya. Sebagai sentral kehidupan, jantung memompa darah yang berisikan sari-sari makanan. Kalau kita lebih banyak mengkonsumsi junk food, sampahlah yang masuk ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Bahaya Junk Food

Masih mau mengedarkan zat sampah ke seluruh tubuh? Kasihan donk jantungnya. Tuhan menciptakan buah dan sayur dengan varian warna dan rasa, ikan dan daging yang tak perlu banyak penyedap rasa, air putih yang begitu menyegarkan, dan udara bersih tanpa asap rokok tentunya. Kita masih bisa makan enak, tapi pilihlah yang sehat, untuk jantungmu, dan untuk masa depanmu.

Olahraga dan Bakar Sampahnya

Jika jantung adalah pusat metabolisme, maka olahraga adalah katalisnya. Dengan olahraga, darah mengalir lebih cepat, zat sampah terangkat, dan lemak terbakar lebih banyak. Ketika tubuh digunakan hanya untuk berdiam diri, metabolisme tubuh juga melambat, dan kerja jantung menjadi tidak optimal.

Manfaat Olahraga

Bergerak atau Mati!! Ayo berolahraga dan bakar sampah dalam tubuh kita!!

Jaga Jantungmu dengan Menjaga Berat Badanmu

Lagi-lagi hubungannya dengan metabolisme. Biasanya, seorang yang mengalami obesitas akan mengalami perlambatan metabolisme. Obesitas ini biasanya karena lemak tubuh yang susah dibakar oleh metabolisme. Berat badan ini sangat dipengaruhi oleh pola makan dan olahraga tentunya.

Bunuh Rokokmu Sebelum Rokok Membunuhmu

Amat disayangkan sebenarnya, orang yang terlahir dengan jantung normal, membaca bahwa merokok menyebabkan penyakit jantung dan kematian, lantas masih tetap merokok. Jika jantung adalah pusat kota, maka jantung perokok adalah pusat kota yang tercemar. Darahnya tercemar, paru-parunya pun tercemar. Penyakit jantung koroner yang disebut sebagai "silent killer" merupakan pembunuh nomor 2 yang kebanyakan kasusnya menyerang para perokok. So, tunggu apa lagi? Mau bunuh rokokmu sekarang juga atau menunggu rokok yang membunuhmu?!

Kontrol Kadarnya, Periksa Secara Berkala

Bagaimanapun kita tidak dapat hidup tanpa gula, lemak dan kolesterol. Tapi, kebutuhan zat tersebut harus tetap dikontrol. Ada baiknya untuk memeriksakan kesehatan kita dengan memeriksa berat badan, tekanan darah, kolesterol, kadar lemak dan gula darah secara berkala. Di beberapa kantor yang punya poliklinik, bisa periksa secara gratis di polikliniknya. Jika tidak, Yayasan Jantung Indonesia sering mengadakan event periksa darah gratis. Atau bisa juga ke rumah sakit terdekat.

Be Happy!! Be Healthy!!

Berbahagialah, dan kamu akan sehat.
Hindari stress, nanti kamu pergi merokok dan makan banyak.
Jangan murung, nanti kamu malas bergerak.
Dilarang banyak marah, nanti tekanan darahmu naik.
Berbahagialah, berbahagialah selama jantungmu masih berdetak

Hidup Harus Bahagia

Memang Tuhan yang mengatur usia kita. Tapi, menjaga kesehatan adalah bentuk syukur telah dianugerahi jantung yang prima sejak lahir ke dunia. Siapa yang akan menjaganya kalau bukan kita pemiliknya??

Maka, bersyukurlah, nikmati hidup dengan cara yang sehat. Karena jantung kita, investasi masa depan yang tak ternilai harganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Sudah Berkunjung. Silakan Tinggalkan Jejak, dan Beri Masukan Untuk Kemajuan :)

Google+ Followers