Rindu yang Terlarang


Kadang aku rindu dia..
Tapi sebenernya terlalu terbuka soal perasaan itu nggak bagus.

Kayak malam ini, aku tiba-tiba kangen dia.
Biasanya aku melaju bersamanya saat lampu-lampu jalanan mulai menyala.
Menembus angin malam sambil melaju 100 km/jam.
Menukik di tikungan dengan torsi maksimal.
Sekarang, aku nggak bisa lagi melakukan kegilaan bersama dengannya.
Kini gadis setengah gila ini sudah bersuami dan punya anak bayi.
Mau mati?!

Tapi, rasa kangenku ini emang udah kepalang.
Bayangin coba, betapa kerennya saat aku menembus hujan bersamanya dengan headset di telinga yang mendentumkan "A Little Piece of Heaven"-nya Avenged Sevenfold.
Atau saat aku bilang "Lepas tangaaaan!", dan aku hitung dari 1 sampai 30.
Ah, dia emang jago soal keseimbangan.
Atau saat melaju pelan di jalanan sepi sambil tutup mata, how sweet ya?
Tapi itu cari celaka namanya!

Sekarang aku udah janji nggak lagi bertingkah gila bareng dia.
Harus ingat anak dan Mr I.
Aku juga harus mengeremnya saat dia mulai melaju kencang balapan sama pesawat yang lagi take off di perimeter.
Sekarang dia harus jadi kalem, aku juga harus jaga sikap sama dia.

But still, aku kangen berat pada kenangan-kenangan gila bareng dia.
Motorku, si Yamaha Vega ZR.

Seandainya suamiku tau, dia bakal ngambek nggak ya?
Oh sungguh, ini Rindu yang Terlarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Sudah Berkunjung. Silakan Tinggalkan Jejak, dan Beri Masukan Untuk Kemajuan :)

Google+ Followers